01 Maret 2025

VARIETAS JAVANICA

0 komentar
Ada 3 jenis beras populer di dunia : Japonica, Indica dan Javanica. Ketiga beras ini banyak dihasilkan di negara Jepang, Filipina, India dan Indonesia. Setiap jenis beras juga memiliki karakter yang berbeda. Mau yang pera atau pulen? Perhatikan dulu jenis berasnya.

Japonica merupakan jenis beras yang banyak tumbuh di Jepang. Japonica memiliki dua kategori yaitu beras Uruchimai (beras biasa) dan beras Mochigome (beras ketan). Beras Jepang memiliki tekstur yang agak lengket dengan bentuk bulir yang pendek dan bulat serta kadar amilosa yang rendah. 

Selain itu ada juga beras jenis Indica yang berasal dari daerah tropis seperti India dan Filipina. Beras jenis ini memiliki bulir yang berbentuk panjang dan tidak lengket saat dimasak dengan kandungan amilosa yang tinggi. Serta Javanica, beras yang biasa ditanam di Indonesia dengan kandungan amilosa yang cenderung sedang. 

Beras dengan kadar amilosa tinggi sekitar 25-30%, banyak disukai di Asia Tengah dan Timur Tengah, Malaysia dan Sumatera Barat dengan ciri-ciri nasinya yang pera, dengan biji nasi yang terpisah dan keras setelah dingin. 

Sedangkan untuk beras yang beramilosa sedang dengan kadar 20-25% lebih disukai di sebagian besar wilayah produsen padi dunia dengan tekstur nasi yang pulen, tidak keras, tidak lembek dan tetap lunak saat dingin.

Untuk beras yang memiliki kadar amilosa yang rendah 10-20%, disukai penduduk Asia Timur, Jepang, Korea dan Taiwan dengan ciri-ciri nasi lunak, agak lengket dan tetap lunak setelah dingin. 

Bagaimana dengan aroma yang dihasilkan dari beras? “aroma beras disebabkan karena adanya komponen aktif 2-acetyl-1-pyroline (2-AP) yang sama terkandung dalam daun pandan. “ tutur Prof. Dr. Ir Djoko Said Damardjati, MS selaku ahli ilmu pangan dan teknologi dari Balitbang Pertanian di Solo (04/11/2014) .

“Indonesia memiliki padi beraroma yaitu padi lokal (pandan wangi, rojo lele, mentik wangi) dan varietas unggul baru (Sintanur, Gilirang, Situ Patenggang, Batang Gadis, Hipa 5 Ceva). Sedangkan negara lain juga mempunyai padi aromatik seperti Malangkit Sungsong (Filipina), Hieri (Jepang), Badshahbhog (Bangladesh), Nang Thom ( Vietnam) dan Basmati (India).” jelas Prof. Dr. Ir Djoko Said Damardjati, MS. 

Untuk membuat sajian seperti nasi goreng dan nasi briyani sangat cocok dimasak dengan menggunakan beras yang memiliki kadar amilosa yang tinggi. Sedangkan untuk membuat sushi, paling cocok menggunakan jenis beras yang berkadar amilosa rendah.
Read more

16 September 2021

MEMANFAATKAN PEKARANGAN YANG SEMPIT

0 komentar


Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai favorit di Indonesia. Alasannya karena jenis cabai ini bisa memberikan sensasi pedas yang begitu terasa.

Ya, cabai rawit sering kali digunakan untuk menemani santapan gorengan maupun dijadikan sambal.

Membahas cabai rawit, ternyata cabai rawit sangat mudah ditanam di halaman rumah.

Bahkan cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi dan hampir semua jenis tanah cocok ditanami. Selain itu, budidaya cabai rawit relatif lebih tahan serangan hama.

Untuk kamu yang ingin menanam cabai rawit di halaman rumah, sebaiknya ikuti 5 cara yang direkomendasikan

1. Siapkan media semai


Pertama yang harus kamu lakukan yaitu menyediakan media semai. Pengolahan tanah diawali dengan mencangkul sedalam kira 40 cm. 

Sebaiknya media untuk penyemaian adalah sebuah lahan yang dicampur tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1.

Untuk mencegah serangan penyakit, media semai terlebih dahulu disterilisasi.

Di mana sterilisasi dilakukan dengan menjemur di bawah panas matahari. Kemudian didinginkan, dimasukan ke dalam wadah penyemaian yang kemudian disiram.

Tapi kamu juga bisa memakai wadah semai seperti polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.

2. Pemilihan benih cabai rawit

2. Pemilihan benih cabai rawit
Kini telah banyak tersedia benih cabai rawit hibrida dengan keunggulannya masing-masing.

Namun sebaiknya memilih benih cabai rawit yang baik, yakni menyeleksi benihnya sendiri. Benih cabai rawit bisa didapatkan dari dalam buahnya.

Potong secara membujur kulit buahnya. Lalu buang biji yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung buah, selanjutnya ambil biji di bagian tengah. Pasalnya biji pada bagian tengah paling berkualitas.

Kemudian rendam biji cabai rawit tersebut di dalam air bersih dan buang biji yang mengambang. Sedangkan biji yang cocok jadi benih adalah yang berisi dan tenggelam di dalam air.

Jika sudah, jemur biji tersebut hingga kering selama 3 hari.

3. Proses penanaman cabai rawit


Read more

Cari berita blog

DAFTAR

YANG SERING DIBACA

ARTIKEL PERTANIAN

 
 BP3K PEDES _ KARAWANG 2008    -PEMILIK-  Karawang_Jawa Barat email:bp4k.pedes@gmail.com