07 Maret 2011

SEJARAH DESA PUSPASARI KARAWANG

Encum Nurhidayat, SP
Desa Puspasari kecamatan Pedes kabupaten Karawang ini merupakan sebuah kampung yang terletak di pesisir Karawang, yang merupakan daerah pesawahan +- 450 Ha dan darat 78 Ha serta penduduknya berasal dari berbagai daerah dari pulau jawa diantaranya, Cirebon, Brebes, Bayumas, Bogor, Sumedang, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sehingga budaya serta bahasa kesehariannya berbeda dengan kampung-kampung sekitar yang masih satu wilayah di Karawang.


Bahasa yang dipakai yaitu bahasa jawa Cirebon, sedangkan wilayah kecamatan pedes pada umumnya memakai bahasa sunda. Adapun budaya yang masih kentara di kampung ini yaitu budaya Sumedangan seperti terlihat dari penyematan nama yang diberikan yaitu suka diberi gelar Raden, Nyimas ataupun Aang pada awal nama serta tradisi Jajalukan (permintaan berupa Emas murni) sipengantin perempuan pada pengantin laki-laki pada resepsi pernikahan masih dilaksanakan.


Desa Puspasari dahulu bernama Kampung/ Dusun Bunder yang masuk ke Desa Pedes sekarang Desa Payungsari, konon mitos di kampung ini ada barang antik berupa meja yang terbuat dari batu granit/marmer berbentuk Bundar dan batu tersebut terdapat dikali/sungai Cisoga dimana sungai itu letaknya membelah kampung itu menjadi terpisah dua, hanya waktu atau hari-hari tertentu saja meja Bundar itu bisa terlihat dan itupun yang dapat melihatnya bukan sembarang orang.


Di kampung itu juga akan kita jumpai peninggalan kerajaan Tarumanagara pada abad 300 – 600 M, berupa tumpukan Bata merah berukuran besar berbentuk candi yang diatasnya tertancap batu besar berbentuk persegi panjang,… kalau di lihat dari kejauhan seperti kuburan suku china raksasa, Orang-orang setempat menamai tempat itu "Lemah Duhur" Karna memang posisinya diatas sawah penduduk.


Pernah di areal situs tersebut pada tahun 1982 seorang warga desa itu (Gombar namanya) menemukan emas murni dalam guci yang harganya miliaran rupiah, emas tersebut sekarang sudah berada di Musium Indonesia di Jakarta, areal tersebut sekarang sudah dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, hanya masih belum terawat serta terkesan di biarkan berserakan…...sungguh Ironis… (seakan tidak bangga atas peninggalan leluhurnya)


Kampung Bunder berubah menjadi sebuah desa serta memisahkan diri dari desa induknya (Desa Pedes sekarang Desa Payungsari-Red) pada tahun 1982, yang dikepalai oleh penduduk asli desa tersebut (H.Karyono Hikmah selama 8 tahun) dipilih secara definitive pada pemilihan langsung pada tahun 1982.  Kemudian di ganti oleh M. Wirhasan selama 8 tahun, Rudi Hartono (2002-2008) selama 6 tahun, H.Eman Sulaeman (periode 2008 – 2014). dan sekarang hasil Pemilihan Langsung oleh Masyarakat Desa Puspasari terpilih yaitu Hj. Sukaesih (periode 2015-2021).  Ini peristiwa bersejarah untuk pemerintahan Desa Puspasari di pimpin oleh seorang wanita. 


Penghasilan penduduk desa Puspasari mayoritas petani penggarap dan ada sebagian Petani pemilik, serta banyak pula yang penghidupannya mengandalkan berdagang Pindang cue, pengrajin pandai besi, home industri makanan ringan seperti Opak, ranginan, kue bolu dan penjual sayuran.


Banyak cagar budaya yang belum bisa di manfaatkan secara maksimal di Desa ini, seperti Makam panjang (konon makam senopati dari mataram) penduduk disini biasa memanggilnya dengan sebutan EYANG PUSPARAGA dan MBAH KUNCUNG RAKSA yang berada di pemakaman umum, Sumur awisan serta tanah raja yang sekarang di pergunakan bangunan sekolah dasar Puspasari.  


Beraneka budaya serta banyaknya bahasa yang dipakai masarakat disini sungguh menggelitik untuk di ungkap lebih jelas lagi, mungkin hanya waktu serta kesadaran kita sebagai generasi serta tentunya wawasan dan Sumber daya manusia yang sekarang kita harapkan untuk memajukan desa tersebut dari kungkungan misteri Sejarah yang menyelimuti bak kabut pekat, penulis yakin suatu saat nanti, pasti ada putra / putri daerah yang tergerak hatinya untuk lebih dalam dan jelas membuka tambir Misteri  Sejarah Desa Puspasari.






================ @@@@@@ ====================



21 komentar:

kanta subagio mengatakan...

Sebuah Dukuh yang mempunyai histori mendalam...

Encum Nurhidayat mengatakan...

ya kang,. terkadang aku suka ngebet ingin mengungkap misteri itu.... tapi kemampuan ku terbatas,..... siapa tau kalau sudah aku blowup di situs ada sesorang yang sudi mengungkaop tabir misteri Dukuh kami....
amiiin

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

lanjutkan

Unknown mengatakan...

sebagai warga desa puspasari saya merasa bangga ..

Unknown mengatakan...

Saya Suka Isi Ceritanya.
Terimakasih Banyak Pak.Encum Dengan Begini Regenerasi Reamaja Bunder Akan Lebih Mencintai Dan Menjaga Kampung Halaman Kita.

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

untuk adikku @Budi Yutaka : ya Bud hanya seperti ini yang saya bisa... mudah2an kedepan Generasi berikutnya lebih baik lagi untuk mencintai daerahnya....

salam persahabatan..

Unknown mengatakan...

Mantap..

Bawa Happy Aja mengatakan...

Kunjungan Perdana di akhir tahun
https://bawahappyaja.blogspot.com

Unknown mengatakan...

Alhamdulillah mudah2an saja menjadi motivasi bagi pemuda-pemudi untuk memajukan & membangun kampung halaman nya sendiri serta negara Indonesia pada umum nya!

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

Makasih om, dah sudi mampir di blog saya

Unknown mengatakan...

Asalamualaikum wr.wb
pak Encum Nurhidayat sy minta no WA bpk.

Edi alighator mengatakan...

Lanjoetkan lurr.. semoga kedepannya dusun bunder sukses selalu.

Edi alighator mengatakan...

Lanjoetkan lurr.. semoga kedepannya dusun bunder sukses selalu.

Edi alighator mengatakan...

Lanjoetkan lurr.. semoga kedepannya dusun bunder sukses selalu.

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

085692593031


Mangga

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

Aamiin... Puspasari adalah Kita...

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

Kalau bukan oleh kita... oleh siapa lagi...


Puspasari adalah kita...

Encum Nurhidayat, SP mengatakan...

Siap... 86

Mas kos mengatakan...

Saya baru tahu dipemakaman umum ada makam panjang

Mas kos mengatakan...

Saya baru tahu dipemakaman umum ada makam panjang

Ki Rasa mengatakan...

Terimakasih untuk semua